Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-231 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga (Mat 19:14)

 

Saya masih ingat ketika awal-awal anak saya masuk child care, guru-gurunya sibuk sekali dan terlihat capek. Ada anak yang berkeliaran, ada baby yang menangis,ada yang minta digendong, ada yang berteriak-teriak 😅. Bayangkan kalau Anda ada di ruangan itu, bisa pusing berat dan merasa ini anak-anak bukannya membawa ketenangan tetapi malah mengganggu 😬.

Mungkin begitu yang dirasakan oleh orang-orang yang menghalangi anak-anak datang pada Yesus. Rasanya kehadiran anak-anak yang berisik dan membuat repot itu jadi mengganggu, sehingga tanpa sadar mereka menghalang-halangi anak-anak datang kepada Yesus. Tetapi apa kata Yesus? “Jangan menghalang-halangi mereka datang kepadaKu.”

Sadar ataupun tidak, kadang kita pun menghalang-halangi orang untuk datang kepada Yesus karena merasa dia mengganggu saja dan tidak membawa keuntungan apa-apa bagi diri atau sekitar kita. Sehingga sikap kita bukannya menunjukkan kasih yang mencerminkan Kristus, tetapi malah menolak mereka untuk mengalami kasih Kristus.

Seorang teman bercerita bahwa ada teman di sekolahnya yang sangat pendiam dan nyentrik. Ia tidak memiliki teman dan suka menyendiri. Teman-teman lain juga tidak merasa perlu berteman dengan orang seperti itu karena hanya mengganggu saja. Hingga suatu saat teman saya ini mengajak ngobrol dan bertanya, ternyata ia tidak memiliki orangtua. Selama ini dia tinggal berpindah-pindah ke rumah keluarga yang mau menampungnya. Kehidupannya begitu keras. Setelah mengetahui apa yang dialami, teman saya itu berubah pandangannya. Ia mengajak untuk berteman bersama yang lain, sehingga saat lulus sekolah, mereka lulus bersama-sama. Tidak hanya mereka jadi bersahabat tetapi teman saya itu berani untuk melangkah membiarkan orang lain merasakan kasih Kristus.

Mungkin kita juga “menghalangi” orang untuk bertemu Yesus dan merasakan kasih Yesus, ketika kita men-cap orang lain sebagai pengganggu atau orang yang merugikan hidup kita. Sikap kita tanpa sadar menolak mereka. Mungkin juga justru kita diam saja tidak berbuat apa-apa, atau bahkan ikut-ikutan dengan mayoritas untuk menghindari atau mentertawakan mereka dari jauh.

Tetapi di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-231 ini, Tuhan Yesus berpesan untuk Anda dan saya, untuk jangan menghalang-halangi orang untuk merasakan kasih Yesus. Beranikah Anda maju dan dipakai Tuhan sebagai alat kasihNya sehingga lebih banyak orang lain mengalami kasih Yesus?

%d bloggers like this: