Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-19 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

“Ikutlah Aku!” (Markus 2:14)

Salah satu komunitas koor di Gereja Katolik di Sydney menurut saya adalah salah satu komunitas yang berhasil mengajak orang-orang immigrant (yang tadinya belum percaya pada Tuhan Yesus) untuk dibaptis yang bergabung bersama. Padahal kalau diliat-liat, nyanyinya sebenarnya biasa aja, masih banyak group koor lain yang 10x jauh lebih bagus, lebih disiplin dan komit. Tetapi justru yang bagus-bagus tidak berhasil mengajak orang-orang untuk dibaptis dan mengikuti Tuhan Yesus.

Setelah saya liat-liat ternyata inisiatif dari orang-orang di group tersebut, salah satunya, sebut saja namanya Andrea. Orangnya terbuka dan tidak memilih-milih orang untuk diajak berteman atau bergabung.

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Berbeda dengan Andrea, saya sendiri, jujur saja masih milih-milih temen, pengennya cuma mengajak orang-orang yang saya anggap “sehat”. Justru kalau ada yang mengajak orang yang kurang “sehat” bergabung, saya malah bersungut2 seperti orang Farisi ketika melihat Tuhan Yesus makan bersama dengan Lewi.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-19 ini, apakah kita seperti Andrea yang mau mengajak orang-orang yang kurang sehat? Atau, kita seperti orang Farisi yang bersungut-sungut? Kalau selama ini kita cuma melayani orang-orang yang sudah “sehat”, mungkin berarti kita belum melaksanakan ajaran Tuhan Yesus.

Tugas kita sebagai orang Katolik, bukan saja cuma untuk mengikuti Tuhan Yesus, tapi justru juga supaya meng-inspirasi-kan orang-orang yang belum “sehat”. Dalam arti, masih belum sempurna, atau masih belum mengenal Dia, supaya jadi percaya, bertobat, dan akhirnya juga menjadi pengikut Dia.

Selamat melayani!

 

%d bloggers like this: