Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-356 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Lalu kata perempuan itu: “Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN.”  (1 Samuel 1:26)

Perempuan dalam kutipan ayat ini adalah Hana. Kita bisa membaca dengan lengkap bagaimana Hana berdoa untuk mendapatkan Samuel di perikop 1 Samuel 1 ini.

Untuk ibu2 yang memiliki banyak anak atau para pria yang tidak pernah melahirkan, tentu akan sulit untuk membayangkan perasaan ngenes & gundah hati Hana.  Namun mungkin banyak daripada kita yang pernah mengalami suatu situasi dimana kita telah berdoa bermalam-malam, dan telah berusaha dengan keras tapi kita merasa hidup kita kok tidak ada perubahan; tidak membuahkan hasil; kok yang ada begini2 aja, malah direndahkan, dicemooh atau mungkin dihina orang karena iman & keadaan kita tersebut.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-356 ini, ketika kita tidak dapat melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita, marilah kita pause sejenak;  menengok & mengingat-ingat hal-hal yang telah terjadi dalam hidup kita sampai hari ini. Bagaimana penyertaaanNya telah membawa kita sejauh ini (padahal mungkin pada saat itu kita pernah berpikir bahwa kita tidak tahu bagaimana menjalaninya)

Teruslah berbicara kepadaNya, yakinlah bahwa Ia mendengarkan setiap keluhan, doa & harapan kita! Dan pada saatNya nanti kita boleh menjadi seperti Hana yang selalu menyadari & mempersembahkan kepada Tuhan kembali segala apa yang telah diberikanNya pada kita.

%d bloggers like this: