NAMANYA YOHANES

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-175 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. (Luk 1:66)

 

Hari ini kita merayakan hari kelahiran Santo Yohanes Pembaptis. Tokoh besar dalam sejarah Perjanjian Baru yang sejak awal sudah sangat menarik perhatian karena kehadirannya sudah di persiapkan sejak awal. Turunnya Roh Kudus di dalam diri St Yohanes Pembaptis bukan lain karena peran Ibu Maria (ingat kunjungan Ibu Maria ke rumah Elisabet sehingga mereka berdua penuh dengan Roh Kudus?)

 

Apa yang bisa kita pelajari dari St Yohanes Pembaptis?

Dua hal yang utama adalah soal berani berbicara kebenaran dan kerendahan hati.

Yohanes Pembaptis dipenjara dan meninggal karena ia berani menegur dan berbicara kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kesempatan anda dan saya berhadapan dengan teman atau sahabat yang jelas-jelas kita ketahui berbuat salah atau tidak benar di hadapan Tuhan. Apakah anda dan saya berani menegur mereka dan mengingatkan apa yang benar di mata Tuhan? Atau sudah kuatir kalau ia tersinggung, dan akhirnya kita akan kehilangan teman? Atau kita juga takut dikatakan “sok suci”? Atau mungkin ragu karena takut kehilangan “kang dao” (proyek dan tambahan income)? ?

Rendah hati

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-175, “Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak (Kis 13:25)“. Begitu banyak orang memberikan dirinya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Begitu banyak orang tahu siapa dia. Bahkan sejak awal ia sudah disegani khalayak ramai yang membawa kepada pertobatan. Namun ia tahu tugasnya. Ia bukanlah Sang Juruselamat itu sendiri. Bahkan dengan sangat tegas ia katakan, bahwa membuka tali kasutnya pun ia tidak layak. Dengan kata lain, ia menganggap dirinya lebih rendah dari pelayan di mata Sang Juru Selamat sejati!

Bagaimana dengan anda dan saya yang sudah masuk di dalam dunia pelayanan? Sebagai koordinator, pemusik, pujian, pewarta, pendoa dan apapun tugas anda. Maukah kita lebih merendahkan hati? Atau selama ini menganggap saya sudah layak di hadapan Tuhan dengan segudang pelayanan yang sudah dikerjakan?

Selamat hari Sabtu, selamat merayakan kebesaran St Yohanes Pembaptis. Tuhan memberkati

%d bloggers like this: