Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-237 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. (Matius 23:11)

Satu bulan lalu, saya makan siang dengan bos saya, seorang Profesor seorang yg sangat dihormati, a world expert in his field. Tiba-tiba makanan saya tumpah di lantai dapur dan saya kelabakan mencari sapu dan lap untuk membersihkan. Si Profesor langsung saja mengambil lap, jongkok dan membantu saya membersihkan lantai.

Hal ini membuat saya tersentuh, seorang yang begitu ‘tinggi’ dan dihormati, mau merendah dan mengerjakan hal yang ‘kotor.’

Bagi kebanyakan dari kita, seorang yang ‘besar’ dan ‘berkuasa’ adalah orang yang punya uang, karisma, kedudukan dan kekuasaan.

Kita juga punya ekspektasi kalau banyak orang akan melayani mereka dan memberi perlakuan khusus, tanda hormat.

Akan tetapi pemahaman tentang kuasa yang diajarkan Yesus sungguh berbeda dari pengertian manusia. Kuasa terbesar adalah milik Allah dan hanya kepadaNyalah kita harus menyembah. Bagi kita di dunia, tanda ‘kebesaran’ adalah melakukan kasih lewat pelayanan dan kerendahan hati.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-237 ini mau mengajak kita merenung tentang sikap kita akan kuasa. Mungkin beberapa dari kita punya kedudukan tinggi di perusahaan atau di Gereja. Apakah kita sudah berlaku sesuai kehendak Kristus untuk melayani? Ataukah kita masih menuntut hormat dari orang lain?

%d bloggers like this: