Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-238 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. (Rut 4:17)

 

Indah sekali korelasi bacaan pertama dan bacaan Injil hari ini. Melanjutkan bacaan refleksi harian Katolik hari Jumat kemarin, kita masih berhadapan dengan Rut. Ia seorang wanita Moab yang bisa dikatakan tidak mengenal siapa Allah Yahweh, Allah orang Israel. Namun Rut tahu apa itu komitmen di dalam melayani sesama seperti yang ia perlihatkan dalam kesetiaannya menemani sang janda Naomi mertua nya, sekalipun Rut sendiri adalah seorang janda karena suaminya meninggal.

Komitmen luar biasa ini membuat Allah mempercayakan Rut dengan berkat luar biasa. Ia adalah cikal bakal dua Raja besar; raja Daud dan lahirnya sang Raja, Kristus Yesus (Silahkan baca kisah Rut).

Di lain pihak, justru para ahli Taurat dan orang Farisi yang malah sangat bertolak belakang karakternya. Mereka yang seharusnya mengerti akan Taurat Musa dan siapa Allah Yahwe, malah tidak mampu memperlihatkan dan mengimplikasikan dengan benar ajaran-ajaran yang sesungguhnya. Sampai-sampai Yesus secara terang-terangan dan gamblang berkata “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya (Mat 23:3)…” (kita bisa baca di dalam Injil hari ini, Matius 23:1-12).

Ada seorang pewarta yang lumayan terkenal dan sesungguhnya penuh talenta di dalam memberikan pengajaran. Sosoknya yang sederhana, tutur katanya yang lembut dan penuh joke2 segar di dalam pengajaran nya membuat banyak orang suka akan dia. Namun bagi yang sungguh mengenal siapa dia, akan berbalik dan 😤👎. Why? Karena apa yang ia katakan semua hanya teori dan ilmu pengetahuan. Belakangan ketahuan bahwa ia memiliki affair dengan istri orang lain. Dan mulailah banyak orang mengerti bahwa ia bukanlah seorang pelaku Firman.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-238, mau seperti Rut? Atau memilih sebagai Farisi/ ahli Taurat seperti yang disampaikan Yesus? Tuhan memberkati pilihan anda dan saya. Have a great weekend!

%d bloggers like this: