Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-26 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. (2 Timotius 1:8)

Hari ini Gereja Katolik merayakan dua tokoh besar yaitu St Timotius & St Titus; itu sebab nya kita memiliki bacaan alternatif di pagi ini.

Tugas pewartaan Kabar Gembira akan Tuhan Yesus adalah tanggung jawab kita semua. Ya, bukan sekedar tugas para pewarta, Romo, biarawan/ti atau tokoh2 Gereja saja. Itu sebabnya Rasul Paulus mengingatkan St Timotius untuk mengobarkan semangat mewartakan InjilNya dengan memohon bimbingan dan kekuatan Roh Kudus Nya (lihat ayat 6-7).

Roh Kudus memberi kemampuan, keberanian dan kekuatan untuk melangkah. Saya teringat saat pertama kali di minta untuk melayani di dalam doa Pencurahan Roh Kudus. Antara rasa malu, takut dan kepengen 😬🤭. Jujur aja deh, kepengen tapi juga takut. Itu sebab nya bacaan pagi ini Rs Paulus mengingatkan, jangan takut dan jangan malu!

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-26, berapa murid yang diutus Yesus pergi berdua2 di dalam bacaan Injil? 70 orang. Pesan Yesus kepada mereka tidak kalah ’’menguatirkan” karena di mulai dengan sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala (ayat 3) 🤭. Wuihhhh…. ya takut lah ya? Tapi coba lihat perikop sesudahnya (Lukas 10:17-20) dengan judul kecil kembalinya ke 70 murid. Artinya semuanya pergi…. semua nurut dan komit! Dan lihat, ada yg gagal? Ada yang dipermalukan? Ada yang celaka?? NOPE! Lihat berkat yang Dia sudah siapkan: …tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga (Lukas 17:20)

Mau nama anda tertera di Surga? Mari jangan malu atau takut untuk mewartakan Kabar Gembira Nya. Tuhan memberkati

%d bloggers like this: