Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-363 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya. (1 Yohanes 2:10-11)

Para pelaut di jaman Christopher Columbus menjelajahi lautan luas sering berlayar selama berbulan-bulan. Jaman dulu tidak ada kulkas atau fasilitas yang baik untuk menyimpan makanan sehingga sering roti yang mereka bawa menjadi busuk dan dirayapi belatung. Karena terpaksa, mereka sengaja menyantap roti busuk ini di dalam ruangan gelap supaya tidak bisa melihat dan merasa jijik.

Menarik ya, sudah naluri manusia untuk mencari kegelapan untuk menyembunyikan hal-hal yang tidak enak dilihat. Gelap membuat kita tidak sadar akan keburukan, kebusukan, kejelekan dan dosa yang kelihatan kalau kita di tempat terang.

Sudah jelas kalau perintah utama bagi kita umat Katolik adalah untuk saling mengasihi. Ini perintah mutlak yang berlaku dalam setiap situasi dan setiap saat. Sedihnya terkadang kita melihat sesama umat beriman yang bertikai dan saling membenci. Lucunya terkadang sumber pertengkarannya adalah perdebatan tentang hal-hal yang suci dimana tidak ada pihak yang mau mengalah, masing-masing merasa benar. Terkadang dalam proses ingin menjadi kudus dan mengenal Tuhan, kita bisa dibutakan kegelapan.

Pada akhirnya refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-363 ini berkata dengan jelas, barang siapa membenci saudaranya ia tidak hidup dalam kebenaran. Seharusnya kasih tetap menjadi pedoman utama kita berperilaku dan berelasi dengan saudara saudari kita. Mari kita hidup dalam terang lewat hidup yang saling mengasihi satu sama lain.

%d bloggers like this: