Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-89 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. (Hosea 6:6)

Kalau masih ada yang bertanya, “gimana sih bikin Tuhan senang?” bacaan-bacaan hari ini memberi jawabannya. Ia ingin kita mengenal Dia! Dengan pengenalan yang baik, kita dapat mencintai pribadi-Nya, kemudian membaktikan hidup kita untuk melayani-Nya.

Tuhan menginginkan sebuah relasi yang mesra dengan kita manusia. Ia tidak ingin ada apa pun menjadi penghalang, apalagi dosa – karena Ia adalah kudus. Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan perumpamaan yang mengontraskan dua orang berbeda. Yang satu berdoa dengan hati yang sombong, dan merendahkan yang lain, sedang yang lain datang memohon belas kasihan dengan kerendahan hati karena menyadari dosa-dosanya. Yesus memuji yang dengan rendah hati menyatakan bahwa ia lemah dan sangat membutuhkan Allah, yang kemudian ingin mendekat kepada-Nya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-89 ini mengajak kita untuk melangkah mendekat pada Tuhan. Benar Ia ingin kita bebas dari dosa, tetapi yang lebih Ia inginkan adalah bahwa kita mengenal, mengasihi dan berbakti kepada-Nya.

Mari mulai dengan lebih sering lagi ingat, menyapa dan berdoa. Melalui pengenalan yang lebih baik, kita dapat melakukan apa yang Ia sukai, menyenangkan hati-Nya. Bukankah kita adalah kekasih-Nya?

%d bloggers like this: