Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-273 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak memahaminya. (Lukas 9:44-45). Silahkan baca selengkapnya di Injil Lukas 9:43b-45 atau Matius 17:22-23 atau Markus 9:30-32.

 

Ada sedikit perbedaan pada injil Matius, dimana ada tambahan dari perkataan Yesus, “dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan”. Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali. Para murid menjadi sedih karena mereka (terutama yg Yahudi) mempunyai harapan Yesus akan menjadi Mesias penyelamat bangsa Israel, raja yang akan mengalahkan musuh-musuh mereka. Harapan ini pudar karena sudah dua kali Yesus menyatakan diri-Nya akan mengalami penderitaan, dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (Lihat Matius 16:21).

Lalu apa relasinya dengan keadaan kita saat ini? Seseorang yang baru menerima Yesus dalam hidup rohaninya tentu mempunyai harapan-harapan seperti hidup senang, mati masuk surga. Tetapi kenyataan tidak demikian, Yesus tidak menjanjikan hidup senang kalau hidup mengikuti Dia, bahkan kita disuruh menyangkal diri dan memikul salib. Penderitaan seringkali dilihat dari sudut negatif, kadang membuat seseorang menjadi bimbang imannya, bahkan keluar dari jalan iman kristianinya. Padahal Yesus telah menunjukkan jalan dan menderita sampai mati buat keselamatan kita. Memang banyak hal yang belum dapat kita mengerti, kita mesti bersabar sampai semuanya tersingkap. Yang penting kita harus selalu taat dan setia.

Hari ini gereja memperingati Santo Hieronimus, iman dan pujangga gereja. Ia lahir dari keluarga kristen yang saleh dan kaya raya. Karena kecerdasan dan pengetahuan filsafat dan hukumnya, Hieronimus ditugaskan Paus Damasus untuk membuat terjemahan Kitab suci Perjanjian lama dari bahasa Ibrani ke bahasa Latin dan Aramik, serta kitab Perjanjian baru dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin yang dianggap terjemahan yg sah dan resmi diakui oleh gereja sampai sekarang.
Dalam melaksanakan tugasnya, ia menghabiskan 30 tahun di sebuah gua kecil di Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-273 ini, marilah kita memelihara kesetiaan kita mengikuti jalan yang ditunjukkan Yesus. Percayalah segala sesuatunya akan dibukakan kepada kita satu demi satu sehingga semuanya akan terungkap buat kita yang sabar dan setia. Janganlah terkecoh oleh godaan dan bujukan yang bukan berasal dari-Nya. Pintu surga akan dibuka bagi yang setia sampai akhir hayat.

%d bloggers like this: