Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-217 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya” Mat 14:7

 

Berhati-hatilah dengan janji

Kalau orang Minang berkata “mangango dulu baru mangecek”, yang berarti, “berpikir dulu (berhati-hati) sebelum mengucapkan sesuatu”. Sebab apabila suatu perkataan sudah diucapkan, maka jarang, atau tak bisa ditarik kembali. Itulah yang terjadi pada Raja Herodes pada bacaan Injil hari ini.

Sebenarnya Herodes senang dengan Yohanes, namun karena tak hati-hati berbicara, dan telah telanjur bikin janji. Maka untuk jaga gengsi supaya tidak dipermalukan didepan umum, maka Raja Herodes terpaksa membunuh Yohanes Pembaptis.

Pengalaman Raja Herodes ini bisa jadi renungan yang luar biasa bagi kita semua hari ini. Bagi para atasan atau pemimpin, jangan cepat menyampaikan janji-janji. Kita yang mengikuti berita politik di negara Indonesia, mungkin akan familiar dengan pemimpin yang seperti ini. Semata-mata karena ingin menyenangkan hati pengikutnya, lalu membuat janji-janji yang tak masuk akal.

 

Janji orang tua terhadap anak

Dalam lingkup yang lebih kecil, para orang tua juga jangan sampai menjanjikan sesuatu yang tidak jelas, atau tidak mungkin untuk dilaksanakan pada anak-anaknya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Raja Herodes, bahwa ia akan “memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.”

Sebuah pengalaman pribadi yang dialami oleh salah seorang saudara saya. Sebut saja namanya Isabel. Sewaktu kecil sering dijanjikan berbagai hal oleh ayahnya: akan diajak keluar kota untuk liburan, atau ke Bandung untuk shopping. Tapi last minute selalu saja batal, karena ayahnya yang terlalu sibuk dengan bisnis dan kantor. Lama kelamaan, Isabel tak lagi percaya dengan janji-janji ayahnya. Menariknya, setelah dewasa Isabel juga kesulitan untuk memegang janji yang pernah ia ucapkan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-217. Bacaan pertama mengingatkan kita agar “Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu” (Im 25:17). Dengan kata lain, kita harus menjadi pemimpin/orang tua yang takut akan Tuhan, karena dengan takut akan Tuhan, kita tak akan sembarang menabur kata-kata manis atau janji-janji, melainkan harus bijaksana dalam menyampaikan sesuatu. Bagi para orang tua, ingatlah, apa yang kita perlakukan kepada anak saat mereka kecil, akan membentuk seperti apa mereka dewasa nanti.

%d bloggers like this: