MEMAKAN DAGING DAN DARAH

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-126 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” Yoh 6:66

 

Bacaan Injil hari ini sangat menarik. Yesus mengajarkan sesuatu yang membuat tidak hanya pendengarNya shock, bahkan membuat banyak murid-muridNya mengundurkan diri dari mengikuti Dia. Apa yg diajarkan Yesus sampai-sampai berakibat demikian?

Inilah yang Yesus ajarkan, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Coba bayangkan bila Anda ada di kalangan orang2 saat itu? Bagaimana reaksi Anda? Apakah akan shock juga seperti para murid?

Mungkin Anda meragukan perkataan Yesus? Mungkin Yesus hanya mengatakan perumpamaan kali, ga bener-bener suru makan dagingNya?! Well, saya percaya ini bukan suatu perumpamaan. Karena bila demikian tentu Yesus akan menjelaskan bahwa ini hanya perumpamaan. Tetapi pada kenyataannya Yesus tidak mengoreksi perkataanNya.

Jadi bagaimana kita makan dagingNya supaya kita memperoleh hidup kekal seperti yang dikatakan Yesus? Jawabannya ada di dalam Ekaristi kudus, dimana kita benar2 menerima roti dan anggur dan makan Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan Yesus Kristus. Sayangnya tidak semua umat Katolik menyadari atau mengetahui hal ini.

Tahun 1992 di Amerika, ada survey yang diadakan oleh Gallup poll pada umat Katolik, dikatakan bahwa:

  • 29% percaya bahwa mereka menerima roti dan anggur yang melambangkan Tubuh dan Darah Kristus.
  • 10% percaya mereka menerima roti dan anggur di mana di dalamnya Yesus juga hadir.
  • 24% percaya mereka menerima Tubuh dan Darah Yesus karena iman mereka mengatakan demikian.
  • Hanya 30% percaya roti dan anggur yang diterima adalah sungguh-sungguh Tubuh, Darah, Jiwa, dan ke-Allahan Yesus Kristus.

Di lembaran ke-126 ini, yang manakah saya? Apakah saya selama ini menerima hosti dan anggur sebagai lambang saja? Apa menyadari itu adalah benar2 Tubuh dan DarahNya?

Di abad ke 8 di Lanciano, Italia, ada mujizat yang terkenal. Gereja Katolik memberikan izin untuk diadakannya penelitian terhadap potongan ‘hosti’ yang berubah menjadi irisan daging hati manusia. Spesimen tersebut tetap eksis dari abad ke-8 sampai sekarang dan tidak busuk padahal tanpa adanya bahan pengawet apapun. Mukjizat- mukjizat serupa juga banyak terjadi di banyak tempat di dunia.

Halaman ke-126, terima kasih Yesus karena Kau sungguh hadir dalam perayaan Ekaristi. Kami dapat menyantap Tubuh, DarahMu, sehingga Kau tinggal dalam kami. Kuatkanlah iman kami dan bebaskan kami dari kecondongan terhadap dosa dan sempurnakan kami di dalam kasihMu. Amin.

%d bloggers like this: