Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-342 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Kata Maria: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Lukas 1:38)

Memang sungguh luar biasa perkataan iman Bunda Maria hari ini. Bunda setia dan berserah 100% kepada rencana Tuhan dan ini yang menjadi kunci utama sehingga rencana Tuhan dapat terjadi.

Coba bayangkan kalau saat itu Bunda menolak, atau sibuk sendiri dengan hal-hal lain. Mungkin rencana Tuhan akan terhambat. Dan memang itulah yang terjadi dibacaan pertama, Hawa lebih memilih untuk menuruti isi hatinya, daripada mengikuti permintaan Tuhan dan memakan buah terlarang. Sehingga rencana Tuhan jadi terhambat. Bunda sebaliknya memilih untuk setia dan berserah kepada Tuhan, inilah yang membuat Bunda Maria berbeda dari Hawa.

Saya pernah mendengar cerita dari seorang Pastor, sebut saja namanya Ps Eko. Setelah sibuk melayani seharian sampai larut malam, Ps Eko akhirnya bisa pulang kerumah. Setelah mandi dan naik ke atas tempat tidur, ia bergumul, sebelum tidur kan harusnya doa malam!! Dalam hatinya ia berkata, tapi Tuhan pasti ngertilah, kan saya sudah capek melayani seharian, Tuhan kan maha pengampun. Setelah bergumul lebih dari setengah jam, untunglah ia memutus kan untuk berdoa juga.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-342, belajar setia seperti Bunda Maria dapat kita lakukan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Mungkin tantangan yang kita hadapi belum sampai sebesar Bunda Maria: apakah masalah keluarga, masalah suami/istri, tempat kuliah, uang atau karena di PHK di kantor. Mulailah dari masalah kecil terlebih dahulu.

Dengan belajar tetap setia dan berserah dalam hal-hal kecil, akan membuat kita terlatih ketika menghadapi masalah yang besar. Semoga kesetiaan yang seperti Bunda Maria bisa tetap mewarnai masa Adven kita kali ini.

%d bloggers like this: