Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-255 dari 365 halaman dalam tahun.

 

 

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul (Lukas 6:13)

 

Bacaan hari ini selengkapnya Kolose 2:6-15 dan Lukas 6:12-19

Berapa lama Yesus berdoa di dalam memilih para RasulNya? Semalam-malaman! (lihat ayat 12). Bahkan baru siangnya, Ia mengumpulkan murid-muridNya dan baru memilih RasulNya! Itupun masih ada yang memilih menuruti kehendaknya sendiri karena tergiur oleh ketenaran dan uang! Bukan karena Yesus salah pilih! Namun kehendak bebas untuk memutuskan hidup diluar rencana Allah!

Mari kita lihat bacaan 1 dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose di refleksi harian Katolik hari ini, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.“. Jika pengetahuan dan iman kita tidak berakar sungguh di dalam ajaran Yesus Kristus, mudah sekali anda dan saya diputar balik, dan menganggap ini dari Tuhan! Bukan mustahil dalam kasus Yudas, ia tergiur oleh uang dan juga paham-paham yang ditanamkan oleh para ahli Taurat dan Farisi saat itu, seperti paham bahwa Yesus bukan Mesiaslah, Yesus cuma tukang kayu lah, pokoknya impossible-lah Dia itu Anak Allah. Eh terus diiming2 duit. Jatuh deh si Yudas.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-255, tidak habis pikir saat membayangkan satu teman saya mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahannya (padahal undangan sudah dibagi, gedung pesta sudah di-booked). Waktu saya tanya “gelo juga loe – kenapa?” Jawabnya sederhana namun terlihat penuh keyakinan “Gue tahu Tuhan bilang dia bukan suami pilihanNya untuk gue 😬”. Saat saya mendengar itu, saya masih berpikir bahwa hal itu tidak masuk akal. Namun melihat kehidupannya sekarang yang sudah menikah, memiliki suami yang sangat mencintainya, dan dikaruniai tiga putra yang aktif melayani Gereja di lingkungan ia tinggal, saya angkat jempol 👍👍👍 atas kepekaannya di dalam mengambil keputusan sesuai apa yang Roh Kudus perintahkan.

Sekarang kita mengerti betapa pentingnya kepekaan dan penyerahan diri kepada Allah sebelum mengambil satu keputusan. Ini yang sering disebut sebagai Karunia Discernment atau membedakan roh (silahkan lihat 1 Korintus 12/14). Mari kita latih diri kita, kuat di dalam kehidupan doa dan belajar peka akan suaraNya. Tuhan memberkati!

%d bloggers like this: