MENJADI CAHAYA BAGI SESAMA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-164 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5:16)

 

Pernahkah anda mengalami situasi dimana terpanggil untuk melakukan perbuatan baik namun ragu atau bimbang karena berbagai hal? Mungkin karena takut nanti jadi kena masalah? Atau nanti malah jadi panjang urusan nya karena harus menjadi saksi etc? Atau merasa tidak enak karena lingkungan dan teman-teman sekitar? Atau mungkin karena “nah lho rasain deh – kena deh loe!“😰 Apapun alasan keraguan kita, hendaklah dihentikan dan mari balik ke firman Tuhan pada pagi hari ini, “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang…”, atau dengan kata lain – anda dan saya diminta melakukan kebaikan tidak setengah-setengah dalam membantu orang lain.

Saya jadi teringat seorang pewarta pernah sharing ke saya betapa satu kali ia sedang di dalam mobilnya di satu persimpangan jalan, berhenti karena lampu merah. Mendadak mobilnya ditabrak motor. Sang pengendara motor jatuh dan terluka, motornya rusak. Pewarta ini dengan sukacita keluar dari mobilnya, membantu si penabrak, membawanya ke rumah sakit, mengurus dan membayar perbaikan motornya. Apakah karena dia takut digebukin oleh sesama pengendara motor lain saat itu yang ada di sekitar? Bukan! Justru beberapa pengendara motor lainnya dan ada tukang dagangan siap membela si pewarta kalau misalnya ia dituntut. Karena mereka tahu si pengendara motor yang bersalah. Jawabannya, karena si pewarta merasa dia sudah menerima berkat lebih besar daripada yang menabraknya, dia bisa membantu. So, why not?

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-164, demikian juga riwayat St Antonius dari Padua yang kita rayakan hari ini. Lahir dari keluarga besar bangsawan dengan nama Fernando, dia merasa terpanggil untuk hidup membiara dan membaktikan diri nya untuk mengajar dan melayani umat miskin. Kebaikan dan kedamaian terpancar dari dalam dirinya sehingga banyak orang merasakan kehadiran Allah di tengah2 mereka dalam sosok seorang Antonius. Beliau juga tercatat sebagai Santo tercepat di dalam sejarah beatifikasi di Gereja Katolik.

Apa refleksi anda dan saya? Maukah kita berbuat baik sampai orang lain melihat kehadiran Allah di dunia ini? Tuhan memberkati

%d bloggers like this: