Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-317 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Demikian jugalah kalian. Apabila kalian melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kalian berkata, ‘Kami ini hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan’.” (Lukas 17:10)

 

Yesus pernah berkata bahwa diri-Nya datang untuk melayani bukan untuk dilayani. Melayani merupakan ciri seorang hamba. Seorang yang dewasa rohani selalu akan berusaha untuk hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah yaitu semakin menyerupai Yesus.

Seorang hamba adalah seorang yang rendah hati, mengerjakan segala suatu yang ditugaskan tuannya.

Teringat seorang pembantu rumah tangga yang melayani di rumah orang tua saya, dia bekerja selama sekitar 40 tahun, dari muda sampai akhir hayatnya. Semua mengasihi dia sampai kami anggap seperti layaknya anggota keluarga. Dia bekerja dengan sukacita, tidak pernah mengeluh, melakukan apa yang ditugaskan kepadanya.

Kalau seseorang bisa berlaku rendah hati dan melakukan semua yang ditugaskan tuannya, maka sebagai hamba Allah adalah sudah selayaknyalah kita berlaku demikian kepada Allah.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-317 ini menyadarkan kita, anda dan saya untuk datang ke hadirat Allah, mau melakukan apa saja yang ditugaskan Allah pada kita. Karena Allah lebih dahulu mengasihi kita, Dia yang adalah Allah datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dan tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.

Maka marilah kita yang adalah hamba Allah ini, mau menjalankan apa yang ditugaskan kepada kita dengan kerendahan hati supaya saatnya nanti kita boleh memperoleh hidup kekal bersama Tuhan dan semua orang kudus-Nya. Amin.

 

%d bloggers like this: