Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-227 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Ulangan 31:6

 

Siapa sih yang suka perubahan? Sudah enak berada di comfort zone lalu keadaan berubah. Dari perasaan sebal, sedih, kecewa, marah, takut sampai perasaan bingung. Nano-nano deh rasanya.

Kira-kira begitulah yang dialami bangsa Israel di bacaan hari ini. Karena mereka sudah biasa mempunyai Musa sebagai pemimpin mereka,lalu tiba-tiba perubahan terjadi. Ia tidak bisa memimpin lagi. Diceritakan Musa sudah berumur 120 tahun dan tidak dapat segiat dulu lagi. Tuhan tahu bangsa Israel kuatir dengan perubahan ini sehingga Tuhan berfirman melalui Musa untuk menguatkan mereka, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Perkataan Tuhan ini berlaku bukan hanya untuk bangsa Israel saat itu. Tetapi juga untuk Anda dan saya saat ini. Tuhan mau menyampaikan bahwa kalau selama ini bangsa Israel merasa enak karena perlindungan dan penjagaan Tuhan, itu bukan karena Musa, tetapi karena Tuhan! Sehingga walaupun sekarang Musa tidak bisa memimpin lagi jangan kuatir, Tuhan tetap sama dahulu, sekarang, dan selama-lamanya. Perubahan ini perlu supaya bangsa Israel tidak melulu mengandalkan Musa karena Tuhanlah yang harus mereka andalkan.

Sayapun pernah merasa nano-nano ketika harus mengalami perubahan di kantor. Kantor saya pindah lokasi! Rasanya susah untuk keluar dari zona nyaman. Saat itu lokasi kantor saya sudah enak sekali, cuma perlu 5 menit menyetir dari rumah! Saat dipindah menjadi lebih jauh, saya kuatir apakah cukup waktu antar-jemput anak, takut tidak betah di tempat baru, takut terlalu capek di perjalanan, dsb. Apa perlu pindah sekolah anak? Apa kita pindah rumah sekalian? Ketika perubahan terjadi, sangat penting untuk mengandalkan Tuhan. Karena toh saya mendapat pekerjaan di lokasi ini juga karena kebaikan Tuhan. Pindahnya lokasi tidak mengubah Tuhan yang akan tetap merencanakan yang baik untuk saya.

Singkat cerita setelah mengalami dilema yang bikin deg-degan, sakit perut sampai susah tidur, akhirnya saya ikut juga pindah kantor. Ternyata kantor yg baru not too bad at all! Gampang parkir, kantornya besar dan banyak fasilitas, banyak tempat makan di sekitarnya, dan tidak ada masalah untuk antar jemput anak-anak! Memang jaraknya menjadi lebih jauh, tetapi kantor yang baru jauh lebih baik daripada yang lama.

Memang awalnya suatu perubahan itu tidak enak, tetapi ketika kita tetap mengandalkan Tuhan, pada akhirnya kita dapat melihat Tuhan selalu memberikan hal lain yang lebih baik lagi!

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-227, kita diingatkan untuk berani keluar dari comfort zone dan menghadapi perubahan-perubahan dalam hidup ini dengan sikap iman yang percaya pada Tuhan. Karena Ia yang akan selalu menyertai dan tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita.

Ya Tuhan, kuatkan dan teguhkan hati kami supaya kami tidak takut dan gentar pada segala perubahan yang terjadi di hidup kami, melainkan semakin percaya padaMu, karena yg terbaik selalu Kau sediakan di depan kami 😊🙏🏼

%d bloggers like this: