Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-15 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

“Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,”  (Ibrani 2:11)

 

Kita tahu disini bahwa Ia yang menguduskan adalah Yesus, dan mereka yang dikuduskan adalah kita semua. Dengan kedatanganNya, kerelaanNya untuk menderita, dan dengan kematian serta kebangkitanNya, kita telah dilayakkan & memperoleh keselamatan.

Kebenaran bahwa “Yesus ga malu mengakui kita sebagai saudara2Nya” mengingatkan betapa spesial kita di mataNya.. Ini adalah sebuah anugerah yang luar biasa!

Ada bapak yang mengusir anaknya karena malu, istri yang berpisah dengan suaminya karena merasa sudah cukup mengampuni kesalahan-kesalahan suaminya, ada sahabat yang bisa melupakan persahabatan karena harta.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-15 ini, kita melihat betapa terbatasnya kita manusia dalam membangun relasi dengan sesama. Situasi & kondisi tertentu dapat mengakibatkan suatu relasi putus & berantakan. Namun tidak demikian dengan Yesus, Dia tidak pernah memandang kita hina ataupun malu sekalipun Dia tahu segala kelemahan, kekurangan dan walaupun ketika kita gagal & gagal lagi.

Mari bersama Yesus, kita memuliakan Allah Bapa di surga yaitu dengan terus berjuang membagikan kasih yang sudah kita terima terlebih dahulu dariNya.

%d bloggers like this: