CINTANYA YANG TIDAK TERBATAS

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-108 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“… Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.” (Yoh 20:14)

Ia yang disebutkan dalam renungan harian di atas adalah Maria Magdalena, seorang wanita yang memiliki masa lalu yang gelap, telah mengalami kasih Tuhan yang mengubahkan hidupnya, dan peristiwa kepergian Yesus begitu membuatnya terpukul dan bersedih.

Demikian dalam hidup kita, ada masa-masa dimana kita merasakan Tuhan begitu dekat dan mencintai kita, namun ada masa dimana kita merasa Ia seolah2 pergi meninggalkan kita sendirian dalam kebingungan.

Ketika hal-hal yang kita alami dalam hidup terjadi di luar rencana kita; kesedihan, galau, dan ketakutan sering membutakan mata hati kita untuk menyadari kehadiran Tuhan ( tentunya kita ingat refleksi harian 2 hari lalu mengenai tiga hal yang disharingkan sahabat saya tentang paskah yang dimulai dari: kok mau ya Yesus menderita untuk kita, sampai kepada kebangkitanNya yang memberi makna yang begitu dalam bagi kehidupan kita manusia bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya karena kuasaNya lebih daripada logika manusia )

Ketika mata jasmani kita tidak bisa melihat bagaimana Tuhan bekerja, bukan berarti Dia berhenti berkarya dan meninggalkan kita. Lewat kebangkitanNya, Dia mau kita selalu percaya pada cinta dan kuasaNya yang tak terbatas.

Tidak ada satu kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dari kasihNya

Dan seperti Maria Magdalena, mari saat ini kita menerima tawaran Yesus untuk menceritakan dengan iman “betapa dahsyatNya Dia dalam hidup kita.”, bukan berfokus pada dosa-dosa masa lalu dan kekhawatiran kita akan masa depan.

Di halaman 108 dalam Mazmur yg hari ini kita renungkan, Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan ( Mzm 33:18-19)

Tuhan, ke dalam penyelenggaraan tanganMu kami berseru dan berserah. Amen ?

%d bloggers like this: