Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-352 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel — yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:23)

 

Jauh sebelum kelahiran Yesus, telah banyak nubuat yang merujuk kepada kelahiranNya, sehingga kita tahu bahwa Ia adalah sungguh-sungguh berasal dari Allah dan merupakan penggenapan janji-janji Tuhan. Pekan Adven ketiga ini merujuk kepada sukacita karena penggenapan nubuat dan janji yang sudah semakin dekat.

Menunggu umumnya tidak mengenakkan dan meresahkan. Apalagi di jaman now ini, daripada menunggu lift, transport, makanan, banyak orang memilih menyibukkan diri dengan mobile phone.

Sekali waktu saya menunggu bus di halte yang sepi. Karena masih 5 menit dari jadwal kedatangan bus, daripada saya habiskan waktu menunggu, saya pilih sibuk dengan mobile saya. Alhasil, bus datang dan saya dilewati karena tidak memberi aba-aba ke driver. Karena saya tidak menunggu dengan baik, bukannya sukacita karena bus sudah kelihatan dari jauh, sebaliknya yang saya dapatkan justru rasa takut, mual dan keringat dingin.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-352 mengajak kita untuk tetap fokus dan menunggu kehadiran Sang Imanuel. Mari kita persiapkan diri lebih baik lagi sehingga jangan sampai kehilangan sukacita besar akan kedatangan Tuhan kita, dan Tuhan pun mendapati kita telah siap menyambut kehadiranNya.

%d bloggers like this: