Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-78 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya. (Matius 1:24)

 

Hari ini gereja memperingati Hari Raya Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria dan bapa angkat pelindung Yesus putranya.

Dalam injil diceritakan bagaimana Santo Yusuf menerima dan melaksanakan apa yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya. Ia bukan saja mentaati perintah itu, Santo Yusuf juga rela melepaskan kepentingannya sendiri dan mau menjadi bapa pelindung buat keluarga kudus dari Nazareth ini.

Seorang ibu dari empat anak menceritakan tentang suaminya yg baru saja dipanggil Tuhan setelah menderita sakit yg cukup lama. Suaminya adalah anak tertua dari tujuh bersaudara, sebagai anak tertua ia rela berhenti sekolah untuk bekerja dan membiayai adik-adik dan merawat ibunya. Perjuangan sang suami yg ditunjang sang istri selama lebih dari 60 tahun perkawinan mereka membesarkan 4 anak yg telah berhasil dalam hidup mereka.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-78 ini memberikan inspirasi kepada kita, anda dan saya untuk mencontoh teladan hidup seorang Santo Yusuf, suami dan bapa yang menjadi pelindung keluarga, seperti raja yg mengasihi, seperti imam yang membawa keluarganya beribadah dan seperti seorang nabi yang mengajarkan keluarganya akan iman kepada Tuhan. Santo Yusuf yang berani melakukan kehendak Allah dan melepaskan keinginannya sendiri yg bukan dari Allah.

%d bloggers like this: