Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-92 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” (Yohanes 5:10)

 

Korelasi kedua bacaan pagi ini ada pada Allah yang memberi kehidupan. Dalam nubuat nabi Yehezkiel air yang mengalir dari Bait Suci dan memberi kehidupan semua ikan yang hidup di dalamnya, maupun tanaman yang tumbuh di sekelilingnya.

Sedangkan di dalam bacaan Injil, kita membaca mengenai kolam Betesda dimana apabila ada percikan (dipercaya Malaikat Allah turun) dan gerakan di dalam kolam tersebut; memberi kesembuhan bagi mereka yang sesaat kemudian menceburkan dirinya kesana.

Lantas, apa yang Yesus lakukan? Dia tidak butuh air lagi, Dia tidak butuh buru-buru menunggu Malaikat Allah yang turun. Dia cukup bersabda dan bagi mereka yang percaya (sekali lagi… bagi mereka yang percaya!), kesembuhan terjadi!

Yesus adalah Allah di atas segala ilah-ilah dan Malaikat Surgawi! Yesus Sang Pemberi Kehidupan!

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-92, eh bisa-bisanya perbuatan Yesus yang jelas-jelas menunjukkan keAllahanNya, ditentang oleh bangsaNya sendiri, orang-orang Yahudi?? Dimana orang-orang Yahudi, para Ahli Taurat yang menganggap mereka beribadah dan melaksanakan hukum Allah justru dibutakan oleh kenyataan bahwa Allah sudah hadir dalam diri Yesus, dan Dialah juga Sang empunya hari Sabat!

Saudara/i ku terkasih, maukah anda dan saya sembuh dari segala sakit dan mengalami kehidupan? Terimalah Yesus! Dan ikuti seruanNya, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” (ayat 14). Tuhan memberkati.

 

 

 

%d bloggers like this: