SATISFY YOUR HUNGER

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-122 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Yoh 6:35 (Silahkan baca selengkapnya bacaan injil hari ini, Yoh 6:30-35.)

 

Kenapa Yesus menyebut diri-Nya sebagai “roti hidup”? Apa artinya bagi kita?

Dalam 1 korintus 15 judul babnya “kebangkitan tubuh” disebutkan ada tubuh alamiah dan tubuh rohaniah. Tubuh alamiah memerlukan makanan untuk hidup dan bertumbuh , tubuh rohaniah juga butuh makanan untuk bertumbuh, makanannya adalah firman Allah. Dalam injil Matius 4:4 dikatakan: Tetapi Yesus menjawab “Ada tertulis Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Dan seperti kita ketahui tubuh alamiah bisa mati, musnah, finito, sedang tubuh rohani kekal. Artinya kita harus lebih memperhatikan tubuh rohani karena lebih penting dari tubuh alamiah (bdk Yoh 6:63).
Yesus adalah firman Allah yang hidup, Allah yg berinkarnasi menjadi manusia, maka sangat tepat bila Yesus menyebut diri-Nya dengan “roti hidup”. Roti yang menghidupi tubuh rohani kita. Bilamana kita datang pada-Nya roh kita tidak akan lapar dan haus lagi.

Hari ini gereja memperingati St. Atanasius, uskup dan Pujangga Gereja. St. Atanasius adalah seorang uskup Alexandria, Mesir. Pada masanya timbul ajaran sesat Arianisme yg mengatakan bahwa Yesus bukan Allah melainkan malaikat tertinggi (super angel), tidak sehakekat Allah Bapa, Allah Bapa lebih mulia. Dalam Konsili Nicea (325) ajaran sesat ini dipatahkan, sekitar 300 uskup mengeluarkan Credo bahwa Kristus adalah sehakekat dengan Bapa: “Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar”. Sehingga sampai saat ini kita mengimani Allah Tritunggal Mahakudus, Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Sekaligus kita mengimani sabda-Nya : “Akulah Roti Hidup”.

 

Kenyang jasmani dan rohani

Halaman ke-122, marilah kita menyadari bahwa kita memang perlu menjaga dan merawat tubuh alamiah/jasmani kita karena tubuh kita adalah bait Allah, tetapi marilah kita selalu ingat tubuh rohani kita memerlukan firman Allah sebagai makanan untuk menjadikannya bertumbuh dan berbuah. Karena kita tidak cukup menjadi orang baik yang tidak pernah menyusahkan/merugikan orang lain, tetapi harus berbuah, menjadi militan dalam menjalani ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, mengasihi Allah dengan segala kekuatan kita dan mengasihi sesama seperti Yesus telah lebih dulu mengasihi kita. Tuhan memberkati. Amin.

%d bloggers like this: