MEMBERI KARENA LEBIH DAHULU MENERIMA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-171 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” 2 Kor 8:2

 

Wow luar biasa sekali umat di Makedonia ini! Mengalami pelbagai penderitaan tetapi malah membuat mereka sukacita sampe meluap! Bahkan dikatakan mereka itu sangat miskin tapi tetap saja murah hati dalam memberi. Saya pribadi jadi penasaran kok bisa yah? Pada umumnya manusia bila kena penderitaan sedikit saja sudah kuatir, bagaimana mau sukacita?! Bahkan kalau sudah berkekurangan bagaimana bisa mau memberi pada orang lain?! Ternyata memang mereka ini sangat luar biasa. Itu sebabnya, Paulus menggunakan contoh kehidupan mereka untuk menasehati umat di Korintus yang saat itu sangatlah “pelit” dalam berbagi dan melakukan perbuatan kasih pada orang lain.

Ternyata rahasianya bisa kita liat di ayat 5 dimana dikatakan: Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. Apa maksudnya? Mereka melakukan semua ini bukan untuk manusia, tetapi semata-mata untuk Tuhan, sebagai bukti dari rasa syukur mereka atas Tuhan yang telah menyelamatkan mereka. Melalui pengorbanan yang dilakukan Yesus yang telah berkorban untuk mereka; bagaimana mungkin mereka tidak berkorban dan memberikan hidup mereka untuk Tuhan? Inilah pola pikir yang dimiliki umat Makedonia.

Bagaimana dengan anda dan saya? Sering kali ketika umumnya manusia memberi atau melakukan suatu kebaikan, deep down dalam hatinya manusia mengharapkan sesuatu, imbalan, balasan. Ketika orang yang kita perbuat baik menolak, bahkan mengecewakan atau menyakiti, maka hilanglah sukacita tersebut dan manusia umumnya stop melakukan perbuatan kasih.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-171 ini, kita diajak untuk belajar seperti umat Makedonia. Ketika ada kesempatan untuk melakukan perbuatan kasih, coba lakukan sebagai bukti dari rasa syukur atas kasih Tuhan atas diri kita, atas berkat dan rahmatNya yang sungguh melimpah di hidup kita. Maka seperti umat Makedonia, kita akan diperkaya daam kemurahan dan sukacita. Mau? 😊. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: