Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-113 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” (Kisah Para Rasul 2:37)

 

Pada hari Minggu Paskah kemarin, homili yang saya dengar sangat indah menarik garis penghubung antara kebangkitan Yesus, pembaptisan, dan gereja. Romo menjelaskan bahwa bukan kubur kosong yang menjadi bukti terutama tentang kebangkitan Yesus, melainkan perubahan yang terjadi dalam iman para rasul, yang tadinya tidak percaya menjadi percaya, yang tadinya takut, menjadi berani.

Perubahan iman yang demikian mengobarkan semangat para rasul untuk menginjil, membawa kabar gembira tentang keselamatan dalam nama Tuhan Yesus. Kita yang menerima dan percaya pada Yesus akan juga merasa terpanggil untuk mengikuti Dia. Untuk bersatu dalam kematian dan kebangkitan-Nya, kita diundang untuk menerima pembaptisan. Lewat pembaptisan kita juga diangkat menjadi anggota keluarga Allah, menjadi bagian dari Tubuh Kristus, menjadi gereja-Nya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-113 ini, pertanyaan yang dilontarkan oleh banyak orang setelah mendengar khotbah Petrus tetap relevan sampai hari ini juga. Yesus memang sudah wafat bagiku dan bangkit, lalu apa bedanya bagi hidupku? Sudahkah kita hidup lebih baik lagi sebagai seorang pengikut Kristus? Apakah kita juga seperti para rasul yang bersemangat berbagi kabar sukacita kepada orang lain?

 

%d bloggers like this: