Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-23 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. (2 Samuel 6:18).

 

Daud memberikan berkat kepada rakyatnya bangsa Israel, yang merupakan tradisi dari masa Abraham. Tuhan memberikan janji-Nya yg ke-3 pada Abraham yaitu bahwa Abraham akan menjadi berkat bagi keturunannya. Berkat itu turun ke Ishak lalu ke Yakub (Israel) dan keturunan bangsa Israel.

Tradisi memberi berkat itu masih berlanjut hingga saat ini. Imam memberi berkat perutusan sewaktu mengakhiri misa, walaupun banyak umat yang tidak paham mengabaikan hal ini dan meninggalkan misa sebelum berkat penutup.

Tradisi lain juga seperti berkat dari orang tua buat anaknya pagi hari menjelang mereka pergi sekolah. Contoh lain berkat orang tua buat anak dan pasangan hidupnya saat setelah mereka menerima sakramen pernikahan merupakan saat-saat yang mengharukan bagi orang yang melihatnya.

Sudahkah kita memberikan berkat atau menjadi berkat buat orang lain? Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-23 ini mengajak kita, anda dan saya untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Kita yang sudah menerima berkat sebagai anak Allah ini sudah selayak dan sepantasnya menjadi berkat buat orang lain melalui perbuatan kasih kita. Menolong orang yang sedang dalam kesulitan, membawa kabar sukacita bagi orang di sekeliling kita, dan menjadi pendengar yang baik. Bisa juga mendoakan orang lain atau memohonkan kerahiman Tuhan bagi sanak keluarga dan teman yang telah mendahului kita.

Ingatlah juga untuk selalu memberi berkat anak-anak kita sejak mereka kecil supaya mereka selamat sejahtera dalam hidup mereka. Semoga dengan menjadi berkat bagi orang lain membuat berkat Tuhan akan semakin melimpah bagi kita semua. Amin. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: