Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-177 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12)

 

Perintah Yesus diatas mungkin sudah sering kita dengar dan mungkin tidak terlalu sulit dilakukan kalau orang lain berlaku baik dan jadi sulit kalau kita dijahati orang lain.

Saya teringat punya klien seorang ketua grup muda-mudi (youth) Kristiani sekitar 10 tahun yang lalu. Ia dipukuli anak muda di tengah jalan tanpa alasan yang jelas. Di pertemuan pertama ia cerita betapa marah dan dendamnya ia sampai ia sengaja mau mencari orang yang memukuli dia untuk balas dendam. Setelah curhat sekian lama, di akhir konsultasi dia bilang kalau ia tidak bawa uang dan berjanji untuk membayar appointment tersebut lewat telpon. Singkat kata, ketua youth ini membohongi saya dan tidak pernah membayar biaya konsultasinya meskipun ditelpon berkali-kali.

Memang sudah naluri manusia untuk mencari ‘keadilan’ dan sungguh mudah bagi kita untuk memperlakukan orang lain secara negatif kalau kita merasa sudah dijahati atau dirugikan orang lain. Kita jadi ‘egois’ dalam usaha kita melindungi diri sendiri, seperti ketua youth ini.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-177, di balik pesan sederhana Yesus hari ini ada satu lagi makna yang mau Ia ajarkan kepada kita. Kita diajar untuk ‘terus memperlakukan’ orang lain dengan baik meskipun mungkin orang lain memperlakukan kita secara buruk. Tentunya ini bukan berarti kita terus menempatkan diri di posisi dimana kita terus dijahati atau dianiaya, tapi janganlah kita membalas dendam dan terus menjadi jahat karena kejahatan akan menjauhkan kita dari Tuhan.

%d bloggers like this: