Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-240 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu” (Matius 23:26)

 

Beberapa tahun yang lalu, rumah teman saya di Indonesia sempat bocor. Karena struktur atapnya yang tidak benar, kalau hujan maka air akan perlahan-lahan merembes masuk dan tergenang sehingga akhirnya jadi keropos dan berlumut. Teman saya sebut saja namany Beth, memanggil tukang untuk memperbaiki rumah. Tetapi setelah beberapa bulan, semuanya rusak lagi. Ternyata tukang yang bersangkutan hanya memoles bagian luarnya sehingga terlihat cantik, sementara dalamnya keropos.

Orang-orang yang munafik di dalam Injil hari ini, sama seperti rumah teman saya itu. Mereka suka memoles bagian luar saja dengan kata-kata yang indah, atau perhiasan dan mobil yang mewah supaya terlihat cantik, ternyata sebenarnya hasil pinjaman. Atau terlihat aktif di komunitas Gereja, tetapi saat orang lain tidak melihat, ia suka berbohong dan menipu. Berwajah dua itu capek loh. Plus akan jadi was-was terus karena harus selalu ingat pernah ngomong apa aja dengan orang yang mana. Kalau salah ngomong akan terbongkar bohongnya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-240 ini, Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.”

Kita sebagai pengikut Kristus jangan sampai kita hidup munafik, apalagi berbohong. Seperti hidup para rasul, santo/santa dan para iman/suster, kita juga sebaiknya memilih jalan hidup sederhana. Dengan hidup sederhana kita bisa menjauhkan diri dari segala bentuk kemunafikan, kita bisa tetap transparan, apa adanya dan tidak bersandiwara.

%d bloggers like this: