Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-29 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” (Ibrani 10:9a)

 

Kita semua adalah hamba Tuhan. Hamba yang baik melakukan apa yang tuannya kehendaki. Kepentingan dirinya dinomorduakan, agar apa pun, kapan pun, di mana pun tuannya memerlukan, ia siap sedia melayani.

Yang Tuhan minta tidak akan melebihi kemampuan kita, Tuhan selalu mencukupi segala yang kita perlukan dalam melayani Dia, kita hanya perlu meminta dan bersandar pada kekuatan-Nya.

Dalam kehidupan kita, terkadang kita melupakan apa arti menjadi seorang hamba Tuhan. Kita pilih-pilih untuk berkata iya kepada panggilan Tuhan. Pelayanan berarti melakukan apa yang Tuhan kehendaki, bukan apa yang aku kehendaki. Maka jangan menunggu kita bebas dari pergumulan, jangan menunggu fase hidup tertentu, jangan menunggu usia senja, saat Tuhan memanggil untuk melayani Dia, beranikan diri kita untuk berkata viat seperti teladan bunda Maria.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-29 mengingatkan kita bahwa Tuhan lebih suka kita melakukan kehendak-Nya, dibanding kurban persembahan, atau koneksi dengan romo, suster, atau hamba-hamba Tuhan lainnya. Kita diajak untuk berani berkata iya pada panggilan-Nya. Mari mulai melayani dari hal-hal sederhana.

 

 

%d bloggers like this: