Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-304 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Maka kata Yesus: Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.” (Lukas 13:18-19)

 

Roger Federer, Mother Teresa, Jokowi, siapa yang tidak tahu prestasi mereka? Masih banyak deretan nama-nama orang terkenal yang kita follow di media sosial. Kita kagum dengan popularitas serta pengaruh yang mereka berikan yang membuat kita terinspirasi dengan karya-karya mereka.

Tentu lebih enak untuk membayangkan seandainya kita bisa seterkenal dan sehebat mereka. Tetapi tertarikkah atau tahukah kita akan pengorbanan mereka di balik layar? Di saat kita masih enak-enaknya tidur di bawah selimut, Roger Federer sudah bangun untuk berlatih. Ketika kita sedang asyik berkuliner, Mother Teresa sedang menyuapi orang kusta. Ketika kita seru mengomentari fasilitas-fasilitas/infrastruktur baru, Jokowi diserang sana sini atas keputusan-keputusan yang harus dia buat untuk masa depan negara kita tercinta.

Ada masa-masa dalam hidup, kita gampang terintimidasi untuk stop, menyerah & kecewa ketika yang kita lakukan dalam keseharian tidak dianggap, tidak terlihat signifikan, sepertinya tidak berarti/tidak penting, dan seolah-olah tidak menghasilkan apa-apa.

Kerajaan surga hari ini diumpamakan sebagai biji sesawi. Teman-teman, di mata Yesus yang walaupun kecil sekali ukurannya, ketika biji itu mati & ditanam maka akan tumbuh menjadi pohon yang besar. It takes time, it takes effort, it takes sacrifice to grow, to be fruitful, to be faithful, to be holy.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-304, marilah kita terus bertekun dalam iman dan ingat bahwa tidak ada satupun pengorbanan yang tidak berharga di mata Tuhan. Tidak ada satupun usaha kita dalam berbuat kasih & kebajikan yang adalah sia-sia di hadapan Tuhan. Semua airmata & penderitaan yang kita alami tidak akan sebanding dengan kemuliaan yang akan Tuhan nyatakan dalam hidup kita. Kita akan melihat hasilnya & menikmati impactnya suatu hari nanti. Jangan menyerah, jangan berkecil hati! Karena Tuhan melihat & Tuhan tidak pernah tertidur ??

%d bloggers like this: