Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-64 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang la berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu. (Sirakh 35:9)

 

Seorang pewarta yang saya kenal pernah sharing tentang pengalamannya dipanggil untuk mewarta di sebuah pertemuan doa. Sewaktu tiba di tempat, ternyata hanya ada satu orang umat yang hadir selain tim musik yang kecil. Ia tetap melayani dengan semangat, meski yang datang tidak sesuai yang diharapkan pada awalnya.

Ada seorang pewarta yang lain mengeluh kalau dipanggil ke pertemuan yang kecil karena stipendium yang diterima tidak sebanyak pertemuan yang besar. Ia tetap melayani tapi dengan berat hati.

Bagaimana kalau kejadian serupa terjadi pada anda? Apakah anda seperti orang yang pertama atau kedua? Sebagai manusia, kecenderungan kita adalah untuk menghitung dan membanding-bandingkan. Memperhitungkan dan membandingkan bukanlah sesuatu yang negatif dan ada banyak situasi dimana tindakan ini baik dan bahkan harus dilakukan.

Bacaan pertama dan kedua di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-64 ini berbicara secara langsung tentang bagaimana kita seharusnya memberi persembahan kepada Tuhan. Persembahan kita bisa dalam bentuk, uang, waktu, usaha, kepintaran dan hal-hal lain yang kita lakukan untuk Tuhan.

Dalam mempersembahkan sesuatu, Tuhan mau supaya kita memberi dengan rela, suka cita dan sepenuh hati, tanpa menghitung untung rugi. Di bacaan Injil Tuhan mengingatkan kita bahwa sesungguhnya Ia tahu, menghargai dan menyiapkan balasan yang sesuai tanpa kita harus ‘menagihnya’

 

 

%d bloggers like this: