Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-37 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini (1 Raja-Raja 8:27)

 

Bacaan hari ini diambil dari: 1 Raja-Raja 8:22-23, 27-30 & Markus 7:1-13

Sungguhkah Allah hendak diam di bumi sebagaimana di Surga? Apakah masih relevan doa Raja Salomo di dalam bacaan 1 yang memohon agar Allah mau turun tangan menjaga, mendengarkan dan bertahta di bumi bagi umatNya? Apakah Yesus yang hidup 2000 tahun lalu, Anak Allah Sang Juru selamat, masih mungkin dirasakan kehadirannya saat ini?

Santa Dorothea yang kita rayakan hari ini adalah salah satu bukti bahwa jarak antara Surga dan dunia begitu dekat dan bisa dirasakan. Dorothea dipaksa untuk menikah oleh Gubernur Fabricius masa itu. Ia menolak dan memilih hidup kudus dan menerima kaul kekal. Karena bujukan tidak mempan, ia diancam hukuman mati. Namun Dorothea memilih untuk mempertahankan kesuciannya. Saat algojo akan menghujamkan pedang memenggal kepalanya, seorang serdadu bernama Theopilus berteriak “Dorothea, kirimkan aku bunga mawar dan buah-buahan jika engkau sampai di surga”.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-37, malam hari itu juga, seorang malaikat kecil menampakkan diri kepada Theopilus sambil membawa sekeranjang buah-buahan dan bunga mawar. Bahkan sang malaikat berkata, ‘Dorothea menunggu kehadiranmu di Surga’. Theopilus bertobat dan akhirnya meninggal dibunuh sebagai martir tidak lama kemudian.

Masihkah kita meragukan bahwa Allah itu ada? Surga itu nyata bagi mereka yang layak menerimanya! Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: