MENJALANI KEWAJIBAN DENGAN TULUS

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-157 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (Mrk 12:17)

 

Di dalam bacaan Injil hari ini, ahli-ahli agama bangsa Yahudi sedang dalam masa-masa protes akibat bangsa mereka dipimpin oleh seseorang yang bukan Yahudi, yaitu kaisar Roma. Oleh karena ia bukan Yahudi, dan di mata bangsa Yahudi saat itu, berarti ia bukanlah seorang pilihan Allah. Para ahli-ahli agama merasa tak sudi karena mereka dipimpin dan harus tunduk oleh seorang pimpinan yang bukan pilihan Allah atau mungkin dalam bahasa sekarang suka disebut kafir. He he sebagian orang mungkin langsung mikir “mmm mirip neh😬”

Bagi Tuhan Yesus, yang utama adalah menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai penduduk atau warga negara! Salah satu tanggung jawab adalah memberi kepada kaisar apa yang harus kita berikan. Di Sydney, hal tersebut termasuk membayar pajak, mematuhi hukum, dan termasuk membela negara Australia.

Menariknya bacaan Injil hari ini dipasangkan dengan bacaan pertama (baca lengkap Tob 2:9-14) yang bercerita tentang Hanah yang lagi sebel karena ia dituduh mencuri kambing. Padahal kambing tersebut adalah hak dia, sebagai upah atas jasa yang telah Hanah berikan.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman 157, apabila bercerita ttg keadilan, kita tak cuma harus adil kepada pimpinan dengan menjalankan kewajiban, namun kita juga harus adil kepada karyawan dengan memberikan hak mereka, untuk menerima upah yang pantas.

Selain itu posisi Hanah sebagai istri, juga berarti kita harus adil kepada keluarga kita sendiri. Misalnya apakah kita sudah memberi apa yang menjadi hak suami/istri? Atau memberi apa yang menjadi hak anak? Salah satu hak mereka adalah untuk menerima cinta kasih. Orang-orang sering kali mengeluh dunia sekarang sudah kekurangan cinta. Apabila cinta tersebut sudah dipupuk dan dikembangkan terlebih dahulu didalam keluarga, maka saya yakin anak-anak pasti akan dapat tumbuh menjadi seorang Kristen yang baik, dan mereka tak akan kesulitan untuk bergaul dan bercampur – atau bahkan turun membagikan cinta Kristus kepada masyarakat kita yang sudah kekurangan cinta. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: