Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-8 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” (Markus 6:37)

 

Membaca bacaan pertama pagi ini, rasul Yohanes menekankan akan pentingnya saling mengasihi. Karena kasih itu dari Allah, dan jika anda dan saya mengatakan bahwa kita mengasihi Allah, kita juga harus mampu menunjukkan bahwa kita mengasihi sesama.

Di dalam mengasihi sesama ada unsur mau membagikan sesuatu kepada sesama. Apakah selalu uang yang dibagikan? Nope. Bisa saja saling bersharing makanan (seperti dalam bacaan Injil), atau membagikan waktu untuk menolong orang lain, atau juga waktu untuk mendengarkan sharing atau keluhan teman kita, atau mungkin membagikan sebagian berkat jasmani yang kita punya kepada mereka yang membutuhkan.

Lihat dalam bacaan Injil hari ini, saat para murid meminta Yesus ’menyuruh pulang’ umatNya, Yesus malah menantang para muridNya untuk menyiapkan makanan jasmani . Para murid tidak langsung mau sharing makanan yang mereka bawa (ck..ck..ck … katanya pengikut Yesus, tapi berbagi aja susah bener…🤭). Baru setelah Yesus bertanya mereka berani mengeluarkan 5 roti dan 2 ikannya (lihat ayat 38). Nah perhatikan disini, kerendahan hati untuk memberikan sesuatu di hadapan Allah, besar artinya!. Heh? Ya lah, apa artinya 5 roti 2 ikan di hadapan > 5000 oranv yang hadir? Nothing! Tapi begitu seseorang dengan rendah hati memberikan apa yang mereka miliki untuk Tuhan pakai, hasilnya luar biasa

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-8, lihat benang merah kedua bacaan pagi ini? Mengasihi sesama tidak perlu melalui hal-hal besar. Mari mulai dari hal yang sederhana. Maukah anda dan saya mengasihi siapa pun di sekeliling kita dengan berani mengorbankan sesuatu untuk mereka? Tuhan memberkati

%d bloggers like this: