Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-99 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”  (Bilangan 21:8)

 

Ketika melihat album foto, biasanya kita akan dibawa kepada suatu kenangan akan apa yang terjadi pada saat foto itu diambil bukan? Ataupun mungkin ketika kita masih terlalu kecil untuk bisa mengingat situasi saat itu, orang tua kita atau kakek nenek kita akan menceritakan kepada kita seakan2 masih hangat dalam benak mereka tentang kenakalan, kelucuan & kelakuan2 kita pada saat itu.

Hal-hal yang menyenangkan, seru, bahkan memalukan dalam perjalanan hidup kita itu semuanya terekam dalam potret2 kehidupan yang kita simpan di hati & pikiran kita. Dan seperti bangsa Israel pada bacaan hari ini, tanpa kita sadari ada saat-saat kitapun mengeluh, marah & ngambek pada Tuhan karena tidak mengerti akan jalan-jalanNya.

Salah satu topik yang selalu hangat digunjingkan oleh saudara-saudara kita yang non katolik adalah ketika mereka membahas lukisan/patung Santo/a yang ada di dalam gereja. “Itu kan sama saja dengan menyembah berhala!” demikian komentar mereka.

Namun di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-99 ini, kita yang sungguh-sungguh menghayati kekayaan iman katolik kita, dengan rendah hati menyadari keberadaan benda-benda rohani (patung, lukisan, relic dan lain-lain) ini adalah untuk menjadi sebuah inspirasi yang membantu kita untuk semakin dekat dengan Tuhan dan menyadari penyertaan Tuhan di dalam kehidupan anak-anakNya.

 

%d bloggers like this: