Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-91 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. (Yohanes 4:46-47)

 

Seorang pastor pernah bercerita kepada saya tentang betapa luar biasanya kuasa doa Bapa Kami. Jadi saat ia mengajarkan doa itu kepada anak-anak SD, ada satu anak yang menolak untuk berdoa. Setelah ditanya, ternyata karena ia punya pengalaman buruk dengan ayah kandungnya, sehingga ia beranggapan Bapa (Ayah) kita yang di surga pastilah sama jahat. Saking marah/takutnya dia pada ayahnya di dunia, ia tak lagi percaya pada Ayah yang di surga.

Kemarin kita membaca perikop tentang kembalinya anak yang hilang. Kita semua juga mungkin punya rasa marah yang tersembunyi pada Bapa yang di Surga. Apapun alasannya, luka masa lalu, takut, marah, malu, namun itu semua (seperti si anak SD) menghambat kita untuk pulang ke rumah Bapa, kita tak lagi percaya padaNya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-91, kalau anda seperti saya, saya sih suka kalau ada mukjizat. Nah mukjizat hanya terjadi pada orang yang percaya kepada Bapa di Surga.

Masa PraPaskah adalah waktu yang pas untuk kita pulang ke rumah Bapa, kembali percaya kepadaNya. Anak yang hilang telah kembali. Hari ini anda dan saya, sudah waktunya juga untuk pulang kembali, kembali percaya kepada Yesus Tuhan Bapa di Surga.

 

%d bloggers like this: