Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-345 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Tetapi, karena banyaknya orang disitu, mereka tidak dapat membawa masuk. Maka , mereka naik keatap rumah dan membongkar atap itu. Kemudian mereka menurunkan si lumpuh ketengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika melihat iman mereka, berkatalah Ia, “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” (Lukas 5:19-20)

 

Perikop di refleksi harian Katolik Epiphany hari ini merupakan salah satu bukti iman secara kolektif, baik iman si sakit maupun iman teman-temannya. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa sukacita dalam injil, baik untuk yang terlibat maupun yang membacanya, karena selain sembuh ia juga mendapat pengampunan dosa.

Dosa yang jadi penghambat kedekatan kita dengan Tuhan, bagi orang katolik disebabkan oleh: pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian. Pikiran yang jahat, kotor, perkataan yang menyakiti, yang mengadu domba dan perbuatan yang tidak sesuai dengan moral dan hukum dapat menjadikan kita berdosa. Bagaimana dengan kelalaian? Kelalaian disini diartikan sebagai kelalaian untuk berbuat baik! Ternyata menunda-nunda berbuat kebaikan juga merupakan suatu dosa.

Seorang ibu yang sudah berumur, katakan saja ibu Marta, sangat aktif di komunitas umat beriman. Ibu Marta ini selalu berusaha tampak baik dalam tutur katanya. Tetapi kalau ada yang mengenalnya lebih dalam ternyata ia ini selalu merasa dirinya yang paling benar. Ibu marta sanggup bicara dengan seseorang bahkan dengan pemimpin di komunitasnya berjam-jam sampai idenya bisa diterima. Perbuatan ibu Marta ini tanpa disadarinya menjadikan batu sandungan bagi orang lain untuk lebih mengenal kasih sejati, kasih agape yang tidak mementingkan keuntungan diri sendiri bahkan sanggup berkorban untuk sahabatnya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-345 ini mengajak kita untuk keluar dari kelumpuhan dosa kita, memperdalam iman kita kepada Tuhan dengan selalu mohon rahmat Tuhan agar kita mampu mengontrol pikiran dan ucapan, serta menjaga perbuatan kita agar baik dan benar. Kita diingatkan juga untuk tidak menunda-nunda perbuatan baik kepada sesama.

Semoga di masa adven ini kita sanggup menghilangkan sifat-sifat jelek kita terutama egois, karena bayi Yesus akan datang membawa kasih untuk kita dan untuk kita bagikan kepada sesama.

 

%d bloggers like this: