Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-316 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Lukas 17:4)

 

Yang namanya manusia pasti akan berbuat kesalahan. Kalimat ini akan lebih mudah diterima oleh pihak yang melakukan kesalahan. Kita cenderung menganggap enteng kesalahan kita perbuat ‘kan ngga sengaja’, begitu pikir kita. Dan kita juga cenderung menganggap persoalan yang kita hadapi lebih besar, kita lihat diri sendiri sebagai korban, sehingga kesalahan yang orang lain perbuat terlihat besar. Hari ini Injil mengajak kita untuk mau mengampuni secara terus-menerus saat kita dilukai orang dan orang itu bertobat dan minta maaf.

Dalam berelasi, entah sebagai suami istri, orang tua dengan anak, rekan sekerja atau sepelayanan, pasti akan ada gesekan, pasti ada merasa tidak didengar, merasa bahwa perkataan pihak lain terlalu keras dan tanpa kasih. Relasi akan cepat retak bila tidak saling minta maaf dan memaafkan, karena itu kita perlu sering mengambil waktu untuk refleksi dan introspeksi diri menyadari kesalahan2 yang menyakiti sesama, menyesali dan berniat untuk tidak lagi mengulang kesalahan2 tersebut.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-316 ini kita diingatkan bahwa kesalahan tetaplah kesalahan biarpun itu disengaja atau tidak. Kita harus menyesali dan meminta maaf, dan di sisi lain kita harus berlapang dada dan memaafkan sesama kita. Yesus yang telah terlebih dahulu mengampuni kesalahan dan dosa kita, karena itu kita wajib memberikan pengampunan kepada sesama kita yang menyesal dan meminta maaf.

%d bloggers like this: