Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-14 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

“maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” (Ibrani 1:2)

 

Saya teringat sharing seorang Romo di satu paroki di Jakarta. Saat mendekati perayaan Natal, para ibu WK (Wanita Katolik) membelikan sepatu sandal baru. Si romo menyembunyikannya di bawah lemari di Sakristi dan baru akan memakainya setelah misa. Romo tersebut berpesan dengan tegas kepada anjing kecil di pastoran tersebut agar jangan sekali-sekali masuk ke sakristi apalagi main-main dengan sandal barunya😬. Yahhh…tentu kita bisa menebak apa yang terjadi 🤭😉.

Sepatu sandalnya habis digigiti oleh si anjing kecil tersebut dan sang romo pun marah-marah karena dia sudah bolak balik memberitahu si anjing namun tetap tidak mengerti. Sang koster Gereja kebetulan lewat dan berkata, “Romo, kalau mau si anjing mengerti, ya romo musti ngomong dalam bahasa anjing laaaaaa“. Si romo tertegun, diam.. 2.5 jam sebelumnya, ia melakukan prosesi perarakan membawa patung bayi Yesus dan meletakkannya di dalam gua Natal di dalam Gereja. Lambang Allah hadir di dalam diri manusia karena ingin menyerupai ciptaanNya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-14, Paulus mengingatkan kepada umat di Ibrani melalui bacaan pagi ini dengan menegaskan betapa Allah sudah berbicara melalui pada nabiNya ribuan tahun sebelum akhirnya memutuskan turun ke dunia di dalam wujud manusia bernama Yesus, yang kita kenal dan sembah sebagai Kristus Sang Juruselamat!

Kehadiran Yesus ke dunia hanya ada satu tujuan, yaitu untuk menyelamatkan umatNya, melalui pertobatan dan percaya kepada Injilnya (lihat Markus 1:15). Mari saudara/i ku, refleksi kembali dalam diri kita, sudahkan kita bertobat dan percaya kepada InjilNya seperti ajakan dan seruannya? Tuhan memberkati

%d bloggers like this: