Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-15 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.” (Markus 2:22)

 

Suatu waktu ada seorang ibu yang tampak khusuk sekali berdoa dalam perayaan Ekaristi. Sejak datang, ia langsung berlutut dan tampak larut dalam doa. Misapun dimulai dan suatu hal yang menarik terjadi, di saat semua orang berdiri, menanggapi doa Romo, ia tetap berlutut, mengucapkan doa dan tampak tidak mengikuti misa. Di akhir misa, sang ibu terlihat memegang rosario, ternyata sepanjang misa ia berdoa rosario.

Ada juga seorang anak muda yang taat sekali berpuasa, aktif dalam komunitas sebagai pemimpin pujian dan tak pernah absen dari acara apapun. Tapi teman dekatnya tahu hobinya dugem dan seringnya ia terlibat di hiburan malam lainnya. Saat ditegur, ia mengaku kalau merasa seolah punya ‘muka dua’. Tapi katanya: “Paling engga aku masih pelayanan, lebih baik begini daripada ga kenal Tuhan

Sang ibu dan anak muda diatas mungkin merasa kalau mereka melakukan perbuatan baik. Begitu pula orang Farisi dan Saul di bacaan hari ini punya merasa bahwa mereka sudah ‘benar’ di hadapan Allah. Akan tetapi mereka tidak terbuka akan kehendak Allah sesungguhnya.

Perumpamaan kain dan anggur baru menggambarkan kedatangan Yesus sebagai Allah yang membaharui pengertian lama kita tentang Tuhan. Membaharui pengertian bagi sang ibu berarti berfokus sepenuhnya pada Yesus dalam ekaristi. Bagi si anak muda, terbuka akan pentingnya pertobatan terus menerus atas dosa-dosanya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-15, kita diajak merenungkan hidup dan perbuatan kita. Melakukan kegiatan keagamaan adalah perbuatan yang baik dan menyenangkan hati Tuhan. Akan tetapi, kita semua bisa terjebak melakukan hal-hal kudus ini dengan alasan yang salah jika kita kurang terbuka akan kehendak Tuhan. Marilah kita mau terbuka supaya pengertian kita tentang kehendak Allah terus diperbaharui oleh Firman.

%d bloggers like this: