Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-197 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Jangan kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai , melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya.
(Matius 10:34-35)

 

Bacaan injil hari ini mungkin akan membingungkan kebanyakan pembaca. Apa maksudnya Yesus datang membawa pedang, bukan damai?

Mari kita coba pahami budaya Yahudi, ikatan kekeluargaan dalam budaya mereka sangatlah erat. Sampai saat kalau mereka pergi belanja ke supermarket pun mereka datang dengan berkelompok, mulai dari bapa, ibu, anak-anak hingga kakek-neneknya. Keterikatan ini baik dalam satu hal tetapi menurut Yesus menjadi halangan buat usaha mencari keselamatan jiwa.

Dalam kehidupan kadangkala kita disibukkan oleh berbagai macam hal, mulai dari mengurus keluarga, bekerja, sibuk berkomunitas dll yang membuat kita mengabaikan tujuan hidup kita yakni bersatu dengan Tuhan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-197 ini mengajak kita untuk fokus pada hal penting dalam hidup kita yakni mengikuti jalan yang ditunjukkan Yesus, membina relasi dengan Dia melalui doa, saat teduh, melayani Tuhan dengan melayani umat-Nya.

Sebagai orang beriman kita mempunyai sebuah pengharapan bahwa dengan perbuatan kasih yang kita lakukan semasa di dunia, maka pada waktunya Tuhan akan menerima jiwa kita dalam kehidupan kekal bersama Tuhan dan para kudus di surga. Amin.

%d bloggers like this: