Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-351 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. (Kejadian 49:10)

 

Pernahkan anda baca buku cerita seri ‘Pilih sendiri petualanganmu’? Seri ini menarik sekali karena pembaca boleh mengambil keputusan untuk si tokoh utama dan akhir cerita tergantung dari pilihan-pilihan yang diambil.

Misalnya jika si tokoh utama menemukan sebutir berlian besar di gua gaib, ia bisa mengambil atau meninggalkannya dan melanjutkan perjalanan. Jika ia mengambil berlian, maka ada jin besar yang menangkap dan mengurungnya sampai sepanjang masa, tapi jika ia melewati berlian maka ia bisa menemukan ruang besar penuh harta karun. Salah pilih maka bisa habislah petualangan (atau nyawa) kita.

Bacaan Firman hari ini menarik, dimana kita diceritakan tentang silsilah Yesus, dari Abraham, ke Daud sampai lahirnya Yesus. Silsilah ratusan tahun ini nampaknya juga sungguh sempurna dan sudah dirancangkan untuk terjadi.

Saya berpikir kalau di tiap keturunan ada banyak ‘kesempatan’ untuk nenek moyang Yesus untuk memilih jalan yang lain. Misalnya, bisa saja Ishak salah belok waktu bepergian, diterkam binatang buas dan mati, atau Rut pilih menikah dengan pria lain, atau Daud tewas dalam suatu perang (ia banyak berperang dalam hidupnya). Satu saja pilihan atau kejadian yang menyimpang bisa menyebabkan Yesus tidak lahir.

Tetapi di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-351 ini, Yesus telah lahir, hidup, wafat di kayu salib dan bangkit kembali untuk menebus dosa manusia! Ini menunjukkan betapa sempurnanya rencana Tuhan bagi hidup kita.

%d bloggers like this: