Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-49 dari 365 halaman tahun 2019.

 

“Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” (Markus 8:12)

 

Pernahkah anda merasa bahwa doa anda tidak didengar oleh Tuhan? Tidak dijawab? Walaupun sudah lama berdoa, tapi seolah-olah doa tersebut hanya bergaung di dalam kehampaan? Kalau pernah, berarti kita sama loh. Perasaan itu juga sering kali juga saya alami.

Salah satu pengalaman pribadi yang paling baru. Saya pernah berdoa untuk sesuatu yang mendesak. Saat awal-awal saya rajin doa novena, saya dengan tenangnya berkata “ah pasti minggu depan!!” Seminggu berlalu… Dalam hati saya, pasti minggu depan. Ternyata belum juga. Akhirnya sebulan berlalu, dua bulan berlalu, dan seterusnya.

Seolah-olah, tanda bahwa Tuhan mendengar/menyayangi kita adalah apabila doa kita dikabulkan. Atau dalam gambaran bacaan pertama hari ini, hanya pada saat asap persembahan kita naik ke atas (sama seperti asap persembahan Habel), baru kita yakin bahwa doa kita didengar oleh Tuhan.

Padahal kalau kita teliti, Kain dan Habel keduanya ditanggapi oleh Tuhan. Jadi walaupun Kain tak diindahkah, bukan berarti Tuhan tidak mendengar doa dia. Keduanya didengar, hanya berbeda responnya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-49 ini, apabila doa-doa Anda belum terjawab, bukan berarti Tuhan tidak mendengar. Tapi kita harus hati-hati, jangan sampai kita terjebak dan lalu berpikir hanya ketika doa kita dijawab, itulah satu-satunya tanda bahwa Tuhan mendengar/menyayangi kita. Justru mungkin saat kita berusaha keras mencari tanda, kita justru menjadi sulit menemukannya.

 

 

%d bloggers like this: