Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-261 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku. Sebab itu, aku juga merasa tidak pantas datang sendiri mendapatkan Tuan. Tetapi , katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh. (Lukas 7:6-7)

 

Sebuah pengakuan seorang perwira bukan Yahudi kepada Yesus yang menunjukkan kerendahan hati dan imannya kepada Yesus. Kata-kata perwira tadi kemudian dipakai sebagai rangkaian doa dalam misa. Tepatnya dalam jawaban umat pada saat imam mengangkat hosti dan mengatakan “Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, berbahagialah yang diundang ke perjamuan-Nya“.

Yesus saat itu kagum atas iman perwira tadi dan mujizat pun terjadi, hamba perwira yang hampir mati itu menjadi sembuh. Iman yang sangat dalam mengakui bahwa Yesus yang telah datang ke dunia dan berinkarnasi menjadi sama dengan kita, adalah sang penyelamat kita dan satu-satunya perantara kita dengan Allah Bapa di surga. Siapakah manusia? Tidak ada yang patut dibanggakan atau disombongkan karena segala sesuatu yang ada pada kita hanyalah karena kebesaran dan kerahiman Allah.

Kejadian ini terjadi di keluarga kami, jari kelingking istri saya membesar dan memerah pada ruasnya. Istri saya merasakan sakit pada jari kelingkingnya terutama waktu winter. Dokter mengatakan itu gejala Athritis, dan tidak ada obatnya selain pain killer. Dari sebuah kotbah dalam misa dikatakan pada saat konsekrasi, kita bisa minta permohonan kesembuhan maka mujizat kesembuhan bisa terjadi. Ini yang dilakukan istri saya setiap ikut misa, dan kesembuhan benar dia dapatkan. Di suatu winter dia baru menyadari kalau jarinya tidak sakit lagi padahal biasanya tiap winter jari tersebut harus di balut koyo.

Kalau mujizat kesembuhan bisa terjadi pada perwira dan hambanya, mujizat masih terjadi hingga saat ini melalui iman dan kerendahan hati.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-261 ini, marilah kita mau introspeksi diri agar kita bisa selalu rendah hati dan beriman kepada Allah. Beriman secara benar akan membawa kita menjadi manusia yang rendah hati. Rendah hati adalah pintu kearah kekudusan. Kekudusan adalah panggilan setiap orang yang membawa orang menuju keselamatan yang dijanjikan Tuhan Yesus bagi siapa saja yang hidup benar dan mengasihi Dia.

%d bloggers like this: