TEKNIK MENGHADAPI STRES

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-170 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran. 2 Kor 6:4. (Baca lengkap 2 Kor 6:1-9)

 

Hadeuhhhhh….jadi cara paling efektif membuktikan bahwa anda dan saya adalah pengikut Kristus dan pelayan Allah adalah dengan menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran ? ☹

“St Paulus, please deh! Gak ada yang lebih mudah? Saya sudah berkotbah kemana-mana, saya sudah aktif membagikan kabar gembira, saya tidak pernah lupa hadir di persekutuan doa atau komunitas yg saya aktif, sudah ikut koor Gereja. Apa masih kurang??”

Sebenarnya bukan soal aktivitas yang di cari. Mari renungkan pertanyaan ini; apakah anda sudah pernah mengalami disakiti dan dihina oleh temanteman di dalam satu komunitas? Sesama tim pelayan? Malah mungkin dianggap tidak mampu dan kurang dipercaya? Pernah? GOOD 👍

Lalu bagaimana sikap Anda? Balas dongggg 😱, atau berusaha menangkap arti Firman Tuhan yang berkata “tampar pipi kiri beri pipi kanan?” Dengan kata lain berusaha menahan sabar? Jika anda berusaha menahan sabar, apakah mudah? Atau anda merasa tersiksa karena harus terus menerus bertemu dengan ‘mukanya’ dan dengar ‘suaranya’? Bukankah ini berarti Firman di atas relevan dalam membentuk anda dan saya menjadi bertumbuh di dalam Kristus?

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-170, siapa di antara anda pembaca renungan harian ini yang sudah ikut aktif ambil bagian dalam pelayanan Gereja? Mungkin di paroki, lingkungan, komunitas sel, persekutuan doa atau mana pun? Pasti ada ya 😊👍

Sekarang coba renungkan pertanyaan ini, kalau misalnya ada mesin waktu yang bisa membawa anda dan saya kembali ke momen dimana anda dan saya memutuskan untuk mengambil bagian di dalam pelayanan Gereja, apakah masih mau melayani Dia, walau mungkin begitu banyak penderitaan, digosipin, habis waktu dan tenaga yang sudah anda dan saya pakai? Puji Tuhan! Saya tidak bisa memaksa dan mengharuskan anda semua menjawab seperti saya, namun saya bisa menyemangati. Kalau memang mesin waktu itu ada, mari kita semua katakan “YA TUHAN, PAKAI AKU!

Tuhan memberkati!

%d bloggers like this: