Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-323 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Apa yang kau inginkan Kuperbuat bagimu?” Jawab orang itu, “Tuhan semoga aku melihat!” Maka Yesus berkata, “Melihatlah, imanmu menyelamatkan dikau.” (Lukas 18:41-42)

 

Perikop diatas menceritakan seorang buta yang mohon pada Yesus agar dia bisa melihat. Permohonan itu dikabulkan Yesus dan orang buta itu sembuh dan dapat melihat.

Sebuah pelajaran yang bagus sekali, iman seseorang yang dengan kerendahan hati memohon kepada Tuhan akan dicelikkan dari kebutaannya untuk dapat “melihat” keselamatan.

Bartimeus, nama orang buta diatas menurut Markus 10:46, adalah bukan siapa-siapa, tidak penting. Namanya sendiri saja orang tidak tahu (Bartimeus artinya anak Timeus). Dia mendengar tentang Yesus, orang Nasaret yang bisa menyembuhkan dan dia percaya. Kemudian kala dia tahu Yesus akan lewat di situ, ia lalu menarik perhatian Tuhan Yesus dengan berteriak-teriak untuk mohon belas kasihan dari Yesus. Mula-mula “Yesus anak Daud” kemudian setelah Yesus menemui dia “Tuhan semoga aku melihat”.

Begitu juga perjalanan rohani seseorang. Dimulai dengan percaya bahwa Tuhan ada dan mengasihi kita. Kemudian kita bersedia menarik perhatian Yesus melalui firman-Nya dan doa-doa, juga pertumbuhan rohani kita. Akhirnya Tuhan mencelikkan kita untuk dapat melihat dan mengerti bahwa kita telah diselamatkan dan akan memperoleh hidup kekal.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-323 ini mengajak kita, anda dan saya untuk berlaku seperti si buta Bartimeus. Dengan kerendahan hati kita mau makin mengenal Yesus, membina relasi dengan-Nya dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Perlahan tapi pasti Tuhan akan membebaskan kita dari kebutaan kita untuk melihat keselamatan yang akan kita terima. Maka teruslah kita berusaha menarik perhatian-Nya dan menyatakan keinginan kita, pasti Tuhan dengan senang hati mengabulkan permintaan kita. Amin.

%d bloggers like this: