Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-359 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10)

 

Saya pernah mendengar sebuah kisah nyata dari seorang pastor di paroki tempat asal saya di Indonesia. Beliau saat itu menjabat sebagai ekonom di paroki tersebut. Menurut beliau, biasanya dekat2 Natal, gereja paroki kami pasti mendapat banyak sekali kiriman kartu Natal. Namun cuma satu kartu yang paling menarik perhatian dari semua kartu Natal yg mereka terima. Yaitu kartu yang ditujukan ke Uskup, cuma difotokopi, karena pengirimnya, sebut saja namanya Quinn, sangat kurang mampu secara financial. Kartu natal yang termahal di toko, saat itu adalah Rp 200. Namun ongkos fotokopi satu lembar kertas adalah Rp 25.

Sebagai orang tua, pacar, atau suami/istri, umumnya kita ingin memberi kesan baik dengan memberi hadiah yang bagus dan mahal ke anak, pacar atau suami/istri kita. Jika demikian, makna Christmas pun bisa turun cuma menjadi acara tukar kado. Saya menyebutnya Xmas, karena kata “Christ” dari tulisan Christmas sudah dicoret dengan huruf “X” besar, sehingga yang tersisa hanya tulisan “Xmas”nya saja.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-355. sukacita Christmas tak tergantung seberapa mahal hadiah yang kita terima/berikan. Kita membaca bahwa orang yang pertama menerima kabar gembira justru adalah para gembala, orang-orang yang miskin. Tidur saja harus di alam terbuka, karena harus menjaga ternak. Bukan raja, atau orang-orang kaya yang berkuasa. Quinn pun dengan sukacita merayakan Christmas walau hanya mengirim kartu Natal berupa kertas fotokopi.

Pertanyaannya, kepada siapakah pengharapan, dambaan, dan cita-cita kita arahkan? Christmas is a good reminder, pengharapan kita cuma pada bayi Yesus, yang datang untuk menyelematkan kita semua. Teman-teman, 4000 tahun yang lalu Tuhan memberikan janji pada Abraham, hari ini kita diingatkan bahwa Yesus adalah simbol dari Bapa yang tak pernah lupa pada janjinya itu.

– Selamat Natal 2017 dari team refleksi harian.

%d bloggers like this: