Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-84 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu”. Yang pertama Ia hapuskan supaya menegakkan yang kedua. (Ibrani 10:9)

 

Hari ini gereja memperingati Hari Raya Kabar Sukacita, dan ketiga bacaan hari ini menjelaskan apa itu kabar Sukacita.

Bacaan pertama tentang nubuat nabi Yesaya yang menyampaikan kabar sukacita kedatangan sang Imanuel (Allah menyertai kita), bacaan kedua tentang maksud kedatangan Kristus dan bacaan injil menerangkan tentang kabar sukacita dari malaikat kepada Maria yang akan mengandung Yesus dan juga tentang Elisabet yang mengandung pada hari tuanya.

Menurut Paus Fransiskus tanda sebagai orang kristen adalah orang yang penuh sukacita. Allah Putra sendiri datang ke dunia sebagai korban penebus dosa manusia, bukan lagi korban persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa seperti yang tertulis di hukum taurat. Yesus sendiri datang ke dunia menderita di akhir hidupnya dan disalib untuk menebus dosa manusia, sekali dan untuk selamanya. Bukankah kita patut bersyukur dan bersuka cita?

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-84 ini mengingatkan kita, anda dan saya untuk hidup dalam sukacita, penuh penghayatan bahwa Allah begitu mengasihi kita. Kita pun ditugaskan oleh Kristus Yesus untuk memberitakan kepada orang di sekeliling kita kabar sukacita ini sehingga mereka dapat menerima rahmat Tuhan dan mendapatkan keselamatan dalam kehidupan abadi bersama Tuhan dan para kudus di kehidupan kekal.

Kita sudah ditebus, menjadi orang merdeka, maka hiduplah menurut kebenaran karena itulah jalan menuju keselamatan.

 

%d bloggers like this: