Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-331 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu. (Daniel 1:20)

Kebutuhan makan minum di dunia ini adalah kebutuhan pokok. Membaca bacaan pertama hari ini, bukan berarti bahwa anda dan saya harus jadi vegetarian seperti kisah Daniel di atas 😬. Namun yang menjadi pertanyaan adalah seberapa banyak pengeluaran sia-sia yang manusia sudah umbar demi hawa nafsu pribadi sehingga melupakan apa yang seharusnya manusia bisa berikan lebih untuk kepentingan perluasan Kerajaan Allah.

Ada seorang anak muda yang berpenghasilan besar setiap bulannya, namun ia terus mengumbar gajinya untuk hal yang sia-sia. Pesta pora, makan makanan berlimpah dan mabuk-mabukan. Terlepas dari semua itu, ia tetap komit ke gereja karena ia seorang Katolik, dan selalu memberikan $10-$20 ke kantong kolekte.

Beberapa tahun ia menghabiskan waktu seperti itu, dan pada saat ia dan pacarnya memutuskan untuk menikah, ia sangat terkejut saat menyadari bahwa tabungannya di bank tidak lebih besar dari gaji per bulannya. Jadi, selama 3-4 tahun itu, apa yang ia simpan?? Investment property pun tidak punya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-331, saat Yesus melihat sang janda berani memberikan di tengah kekurangannya (bacaan Injil pagi ini), dia sudah start mengumpulkan benih positif demi masa depannya, hidup kekal. Pesta pora dan makan minum berlebihan tidak berarti membuat tubuh lebih sehat. Justru hidup benar dan menjaga kekudusan di hadapan Allah, memberikan kebijaksaan dan hikmat. Tuhan memberkati

 

 

%d bloggers like this: