Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-240 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. (Matius 23:13). Silahkan baca bacaan selengkapnya di Injil Matius (23:13-22)

 

Dalam bacaan refleksi harian Katolik hari ini Yesus memperingatkan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang menjadi batu sandungan bagi orang lain karena kemunafikan mereka. Apakah arti peringatan itu bagi kita saat ini?

Refleksi harian Katolik hari ini melanjutkan refleksi beberapa hari lalu mengenai kita, manusia, yang hidup menjadi lentera Tuhan, yang menerangi jalan seperti yang ditunjukkan Tuhan bagi kita dan sesama sehingga bisa membawa orang lain sampai pada keselamatan. Refleksi hari ini justru memberikan suatu peringatan bagi kita untuk tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain karena kemunafikan yang kita lakukan.

Apakah kita sanggup menjalankan panggilan hidup kita masing-masing dengan benar?

Sebagai contoh, seorang istri dan ibu yang merasa dia harus melakukan pelayanan bagi Tuhan, sejak pagi sampai malam urusannya di gereja sementara keluarganya terbengkalai padahal panggilan hidupnya adalah berkeluarga. Melakukan pelayanan sangatlah bagus, asalkan tidak melupakan panggilan utamanya. Seorang yang menyatakan “ya” pada panggilan melayani harus percaya bahwa Tuhan melengkapi dengan apa yang dibutuhkan, baik karunia-karunia dalam pelayanan maupun juga kebutuhan bagi keluarganya, sejauh tidak dengan ekstrim mengambil alih tugas panggilan orang lain. Sikap dan perbuatan yang tidak sesuai dengan panggilan ini akan menimbulkan polemik, sehingga perbuatan yang demikian termasuk perbuatan munafik yang dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain saat mereka mau mendekat pada Tuhan.

Refleksi Harian Katolik Epiphany Halaman ke-240, Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk terus mengasihi dan melayani Dia melalui mengasihi sesama dengan mengutamakan dan melakukan tugas panggilan kita masing-masing. Teruslah melayani sesama kita, karena dengan tekun dan setia melayani, kita dapat membalas kasih yang kita sudah terima dari Allah Tuhan kita.

%d bloggers like this: